SMS GATEWAY

Cara Mengeringkan Laptop yang Terkena Air

Cara Mengeringkan Laptop yang Terkena Air – Selain smartphone, laptop adalah salah satu harta berharga milik generasi millenial

Tanpa laptop, hidup kamu pasti terasa hampa. Apalagi bagi mahasiswa tingkat akhir, laptop adalah segalanya.

Jadi barang elektronik, banyak komponen laptop yang tidak tahan air. Makanya bahaya banget kalo laptop kamu sampe kena air. Tapi gak usah panik, SMSGateway kasih tau nih cara mengeringkan laptop yang terkena air.

Cara Mengeringkan Laptop yang Terkena Air

Korsleting pada komponen laptop bisa memicu kerusakan parah pada laptop. Namun hal ini bisa dicegah jika kamu bisa segera mengeringkannya. Makanya lakukan langkah-langkah berikut jika laptop kamu kena air:

1. Matikan Laptop

Untuk mencegah air yang masuk ke laptop berinteraksi dengan komponen di dalamnya dan menyebabkan korslet, segera matikan laptop kamu jika terkena air. Atau cabut baterai laptop kamu. Dengan begitu arus listrik yang berinteraksi dengan air di dalam laptop tidak akan memicu kerusakan komponen.

2. Keringkan Laptop

Untuk mengeluarkan air yang masuk ke laptop, balik permukaan laptop kamu. Dengan bagitu air bisa merembes keluar dari dalam laptop lewat celah-celah yang ada di laptop. Tips mengeringkan laptop ini bisa kamu coba jika laptop kamu tidak tersiram air kopi atau soda.

Jika bagian baterai dan tempat baterai laptop juga ikut terkena air, segera keringkan bagiannya menggunakan lap lembut. Bagian kutub positif dan negatif tempat baterai yang berwarna kuning sangat sensitif. Jadi keringkan dengan hati-hati, jangan sampai merusaknya.

Penting: Diamkan laptop kurang lebih selama 10 jam untuk proses pengeringan.

3. Jemur Baterai

Selagi menunggu permukaan laptop yang kena air mengering, kamu bisa menjemur baterai laptop yang basah. Tapi ingat, jangan sampai kena sinar matahari langsung. Kamu bisa menjemur baterai lithium sambil ditutupi dengan kain kering untuk mencegah struktur kimiawinya rusak.

4. Bongkar Bagian Penting Laptop

Jika laptop terendam air dan basahnya parah, bongkar juga bagian penting laptop, seperti keyboard dan motherboard atau mainboard. Jangan lupa lepaskan komponen-komponen yang penting seperti processor, RAM, WiFi, Optical Drive, maupun Harddisk untuk dikeringkan agar tidak terjadi korosi.

Untuk mengatasi air yang masuk laptop merusak layar, kamu bisa juga melepas bagian LCD. Tapi ingat, hanya lakukan pembongkaran laptop kena air jika kamu paham dan berani saja. Lalu keringkan semua komponennya.

5. Uji Pasang Ulang

Setelah cara mengeringkan laptop di atas kamu lakukan dan semua komponen laptopnya kering, segera pasang ulang semuanya. Lalu silakan hubungkan laptop kamu dengan adapter tanpa baterai. Jika tiba-tiba tercium bau hangus, segera lepas kembali. Jika tidak, kamu bisa lanjut menggunakannya seperti biasa.

Nah, itu dia tips atau langkah mengeringkan laptop yang terkena air. Kamu bisa melakukannya sendiri, jadi tidak perlu panik lagi jika laptop kamu tersiram atau kena air saat sedang digunakan. Akan lebih baik jika kamu lebih berhati-hati selama menggunakan laptop.

5 Masalah Laptop Yang Paling Sering Terjadi

5 Masalah Laptop Yang Paling Sering Terjadi – Karena kebutuhan, banyak orang saat ini lebih memilih untuk menggunkan laptop daripada PC.

Alasannya jelas karena lebih mudah dan praktis untuk dibawa kemana-mana.

Namun ternyata, didapati bahwa laptop jauh lebih sering bermasalah daripada PC.

Supaya kamu bisa waspada, nih Jaka kasih tahu masalah laptop yang paling sering terjadi. Simak, sebagai berikut…

1. Overheat Karena Tidak Ada Perawatan

Gambar: Make Tech Easier

Berbeda dengan PC, laptop memakai sistem pendinginan seadanya. Karena alasan ini, sistem pendinginan pada laptop sangat sering kali bermasalah. Entah itu tertutup debu, hingga thermal pasta yang kering dan lain-lain.

Solusi:

  • Bersihkan laptop minimal setahun sekali.
  • Lakukan penggantian thermal pasta minimal setahun sekali.
  • Jangan memakai laptop di atas kasur, dapat menghalangi intake kipas.

2. Lambat Karena Performa Hard Disk Menurun

Laptop memang praktis mudah untuk dipindah-pindahkan, tapi untuk memindahkan laptop ternyata ada aturannya. Ya, kamu nggak boleh memindah-mindah laptop dalam kondisi menyala. Kecuali kalau laptop kamu sudah memakai flash memory atau SSD.

Solusi:

  • Ganti hard disk ke SSD atau flash memory.
  • Tidak pakai laptop di atas kasur atau permukaan bergoyang lainnya.
  • Tidak memindah-mindah laptop dalam posisi menyala.

3. Baterai Cepat Habis Karena Drop Atau Soak

Ada isu di masyarakat, dimana baterai laptop akan rusak apabila dicharge terus-menerus. Ini salah, hal tersebut justru membuat baterai awet dan sudah Jaka praktikan hampir 7 tahun. Apabila dicharge dan dilepas berkali-kali, justru ini mengurangi umur baterai.

Solusi:

  • Tidak terlalu sering charge lalu lepas secara terus-menerus.
  • Apabila baterai sudah terlanjur drop, sparepartnya banyak di toko online dengan harga terjangkau. Yaitu kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

4. Keyboard Dan Touch Pad Rusak

Entah karena dari produksi yang kurang baik atau pemakaian, keyboard dan touch pad pada laptop bisa rusak sewaktu-waktu. Yang jadi masalah, banyak orang takut untuk membuka keyboard dan touch pad pada laptop. Padahal hanya bermodal obeng dan kartu ATM bekas, kamu bisa melakukannya.

Solusi:

  • Apabila keyboard atau touch pad sudah terlanjur rusak, sparepartnya banyak di toko online dengan harga terjangkau. Yaitu kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.
  • Sediakan obeng dan kartu ATM bekas, lalu cek YouTube untuk cara membongkar laptop. Beranikan diri, karena caranya tidak sesulit yang dibayangkan.

5. Suka Mati Sendiri Atau Mati Total

Yang namanya elektronik bisa mengalami short atau konslet. Hal ini bisa menyebabkan laptop kamu suka mati mendadak, hingga mengalami mati total. Kalau sudah begini, terus terang nggak banyak pilihan.

Solusi:

  • Jual rusak ke teknisi laptop.
  • Lakukan penggantian motherboard laptop, namun biasa umumnya harganya cukup mahal. Alasannya karena CPU dan GPU laptop menyatu dengan motherboard

Untuk meminimalisir kerusakan laptop, sebetulnya kuncinya adalah perawatan dan pemakaian. Perawatan dan pemakaian yang benar, akan membuat laptop kamu awet minimal untuk lima tahun kedepan Nantinya. Nah, semoga informasinya bermanfaat untuk anda semua!

5 Penyebab Performa Laptop LEMOT dan Cara Mengatasinya

5 Penyebab Performa Laptop LEMOT dan Cara Mengatasinya

5 Penyebab Performa Laptop LEMOT dan Cara Mengatasinya – Bekerja di dalam bidang industri kreatif memang cukup menjanjikan.

Namun kita juga dituntut untuk memiliki mobilitas yang tinggi. Perangkat laptop pun menjadi “teman baik” yang selalu diajak ke mana pun kamu pergi.

Namun, apa yang harus dilakukan jika laptop kesayangan kamu mulai terasa lambat saat digunakan bekerja? Atau bahkan sering mati mendadak.

Bagi pengguna awam, penurunan performa laptop ini bisa menjadi masalah memusingkan dan bukanlah perkara yang mudah untuk dihadapi. Maka dari itu, dilansir dari C-Net, berikut 5 penyebab performa laptop lemot dan solusinya.

1. Hard drive Melemah

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengetahui jenis hard drive yang digunakan oleh laptop kamu. Jika ternyata masih memakai jenis hard drive konvensional yakni HDD (Hard Disk Drive), maka disarankan untuk mengganti hard drive ke jenis SDD (Solid State Drive) yang memiliki kemampuan lebih cepat dan awet dibandingkan HDD.

HDD memang memiliki beberapa kelemahan yang bisa mempengaruhi performa laptop seperti proses menyimpan dan membaca data yang memakan waktu dan daya lebih besar. Ditambah lagi HDD ini rentan dengan benturan atau goncangan.

2. Data dan Program Menumpuk

Semakin banyak data dan software yang disimpan di dalam hard drive, maka akan memperbesar beban kerja hard drive dalam mencari dan membaca data yang kamu butuhkan. Hal ini pun akan membuat performa laptop menjadi semakin lambat dari hari ke hari.

Selain mengganti jenis hard drive, solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan secara rutin merapikan dan menghapus data (file). Serta menghapus program-program yang sudah tidak kamu gunakan lagi di laptop.

3. Terlalu Banyak Multitasking

Akibat dari laptop lambat, bisa jadi karena kitanya ‘nggak tau diri’ dan terlalu banyak melakukan aktivitas multitasking. Seperti membuka browser dengan puluhan tab atau membuka beberapa program berat secara bersamaan.

Coba deh kamu buka Task Manager dan lihat tab Processes. Dari situ, kamu bisa melihat daftar program yang sedang berjalan dan memakan banyak RAM. Solusinya kamu harus bijak, bukalah program secara bergantian hanya saat dibutuhkan.

4. Kapasitas RAM Menipis

Faktor lain menurunnya performa laptop juga dipengaruhi oleh kondisi dan kapasitas RAM. RAM sendiri berfungsi sebagai media penyimpanan data sementara.

Besarnya jumlah data yang berjalan saat melakukan aktivitas multitasking, efek panas laptop yang dihasilkan saat digunakan, hingga banyaknya program yang terinstal, makin lama akan membuat beban kerja RAM bertambah.

Solusi paling jitu untuk meningkatkan performa laptop adalah dengan mengganti atau menambah kapasitas RAM. Pastikan memilih RAM yang sudah pasti berkualitas dan sesuaikan saja dengan kebutuhan. Mulai dari 2GB, 4GB, 8GB, hingga 16GB.

5. Update Otomatis

Jika kamu menggunakan Windows 10 dan rajin melakukan update secara rutin. Sistem operasi memang menawarkan banyak fitur baru yang canggih, meningkatkan keamanan dan performa laptop itu sendiri.

Jadi, memang sangat disarankan untuk selalu menginstal update terbaru. Sayangnya, fitur Windows updateyang berjalan di latar belakang ini juga bisa menyebabkan performa laptop saat dibutuhkan menjadi menurun dan baterai cepat habis.

Solusinya sederhana, kamu dapat mengatur jam aktif kapan Windows Update berjalan sehingga tidak mengganggu kamu saat jam kerja. Caranya, buka Settings > Windows Update.

Itulah 5 penyebab performa laptop kamu semakin menurun dan cara mengatasinya. Selain itu, perawatan juga turut mempengaruhi dan jangan lakukan kebiasaan yang ada di artikel berikut ya: 7 Kebiasaan Sepele yang Membuat Laptop Cepat Rusak.

Baca Juga: Rekomendasi Laptop MSI Lengkap Dengan Spesifikasi